NOTEBOOK SEUKURAN A4? PERCAYA?
Membaca judul di atas, beberapa di antara kalian (mungkin) menganggapnya dengan pesimis. Masa sih? Mana ada notebook ukuran A4?, Bohong kali nih, dan lain sebagainnya. Tapi ini benar dan nyata. Iya, siapa lagi kalau bukan perusahaan asal Taiwan yang sudah mendomisil pasar laptop di kawasan Asia kalau bukan ASUS, termasuk Indonesia.

Dulu awal gue masuk dunia perkuliahan, di mana-mana semua mahasiswanya menggunakan laptop merek ASUS. Lihat ke depan pakai laptop ASUS, lihat ke samping kanan dan kiri pakai laptop ASUS, lihat ke belakang pun sama, pakai laptop ASUS. Sampai-sampai dosen gue pun pakai laptop merek ini. Mungkin bisa dibilang 90% pakai ASUS, 10%-nya merek lain. Terlebih saat ASUS mulai memasuki pasar ponsel dan mengeluarkan varian smartphone andalannya yaitu Zenfone. Tambah lagi pengguna produk ASUS. Termasuk gue. Gue sendiri mulai menggunakan produk ASUS dari smartphone-nya terlebih dahulu, Zenfone yang gue pakai waktu itu masih generasi awal, sampai kini Zenfone sudah memasuki generasi ketiga dan makin wah dengan segala teknologi yang disematkannya ke dalam smartphone yang diproduksinya.

Nggak mau terfokus dan melupakan pondasi dari mana ASUS bisa menjadi perusahaan teknologi yang berpengaruh hingga saat ini. ASUS pun mengeluarkan notebook andalannya yaitu, ASUS E202. Dengan mengusung kata produktif dan kreatif, bisa dibilang ASUS cukup produktif dalam mengeluarkan varian produk terbarunya, dari smartphone, laptop, sampai notebooknya. Ditambah lagi ASUS semakin hari semakin kreatif, dengan melihat peluang dan target yang disasarnya, karena desain dari ASUS E202 bisa dibilang ringan dan enak dipandang, enak juga digenggam.

Notebook ASUS E202 sendiri hadir dengan versi DOS (Disk Operating System) dan Windows 10. Serta tersedia dalam beberapa varian warna dari Silk White, Dark Blue, Thunder Blue, dan Red Rouge.
Pilihan warna notebook ASUS E202.
Nah, kembali ke kata produktif dan kreatif. Produsennya sendiri sudah menerapkan kedua kata tersebut. Selanjutnya tinggal pengguna. Iya, kalau kalian termasuk orang yang cukup sibuk dengan segala pekerjaan, baik sebagai mahasiswa yang mengerjakan laporan, makalah, karya ilmiah dan lain sebagainya, pekerja kantoran yang membuat presentasi kepada client, atau freelancer yang dikejar deadline. Maka notebook ASUS E202 inilah jawaban dari permasalahan yang kalian hadapi.

Kok malah notebook ASUS E202 yang jadi jawabannya?
Iya dong, misalnya aja gue yang saat ini masih mahasiswa tingkat 2 akhir dan gue kuliah pada program diploma serta jurusan yang gue ambil berkaitan dengan teknologi. Kebayang dong gimana produktifnya gue kuliah dan praktikum. Berbeda dengan program S1 (strata), program diploma sendiri menerapkan SKS (Sistem Kredit Semester) yang bisa dibilang lebih banyak praktikum ketimbang kuliah. Misalnya aja, satu mata kuliah 3 SKS, 1 SKS untuk kuliah dan 2 SKS untuk praktikum. Sedangkan 1 SKS kuliah setara dengan 50 menit. Sedangkan lagi 2 SKS praktikum setara dengan 4 jam. Selama 4 jam itu pula gue duduk menghadap komputer di lab. Terkadang juga gue menggunakan laptop, dengan ukuran standar 14". Laptop yang gue bawa setiap praktikum memiliki bobot yang dibilang lumayan. Maksudnya lumayan bikin pundak sakit, kalau harus berpindah-pindah lab satu ke lab komputer yang lain. Makanya, dengan adanya notebook ASUS E202 ini bisa menjadi jawaban dari keresahan pengguna. Gimana nggak?

BERTENAGA
Notebook ASUS E202 sendiri dibekali dengan prosesor Intel Celeron Dual-Core N3050 Processor, 2.16 GHz. Keuntungan menggunakan prosesor ini yaitu dalam pemanggilan data yang disimpan akan lebih cepat, karena prosesor ini sendiri memiliki besaran L2 cache sampai dua kali lipat. L2 cache berfungsi untuk menyimpan data yang sering dipanggil ketika proses. Sehingga pemrosesan data pun akan lebih cepat. Terbayang kan, gimana kalau salah satu di antara kalian sedang terburu-buru dikejar deadline, sedangkan halangan ada aja yang dateng, semisalnya saat kalian ingin mencetak tugas, file­ pada flashdisk kalian malah kena virus di komputer tempat print. Gue sendiri pernah mengalaminya, untungnya pada waktu itu gue bawa laptop.

Menilisik lebih jauh lagi proses manufaktur pada prosesor ini sudah memakai proses 14nm yang lebih efisien dari segi penggunaannya. Efisiennya dalam hal apa tuh?
Ketahanan baterai sampai 8 jam.
Kalau kalian sedang mengerjakan sesuatu entah itu makalah, design, dan lain sebagainya, daya yang digunakan untuk bekerja dan menjalankan aplikasi tersebut tidaklah banyak. Dikarenakan prosesor Intel Celeron Dual-Core N3050 sendiri dapat menghemat daya hingga 20%, sehingga lebih awet dan ketahanan baterai notebook ASUS E202 ini sendiri bisa sampai 8 jam. Jadi nggak perlu takut kehabisan daya pada notebook ini. Ditambah lagi pengisian daya notebook ASUS E202 ini sudah didukung dengan port USB 3.1 Type-C, dengan port ini pengisian daya akan lebih cepat dan tidak memakan waktu banyak. Karena USB 3.1 Type-C dapat mengalirkan arus listrik mencapai 20 Volt dan 5 Ampere. Kelebihan lainnya dari USB 3.1 Type-C ini yaitu: dapat dibolak-balik (reversible) karena sisi atas dan bawah dari USB 3.1 Type-C ini sama, mengusung desain yang ramping, transfer data yang lebih cepat dari USB 2.0 dan USB 3.0 yang mana kecepatan transfer datanya bisa mencapai 10 Gb/detik.

TANGGUH
Kenapa gue bisa bilang notebook ASUS E202 tangguh? Walaupun RAM yang dibenamkan pada notebook ini hanya sebesar 2 GB dan sudah tertanam pada boardnya. Akan tetapi kinerjanya nggak bisa kita anggap remeh, karena pemrosesan data dan saat membuka aplikasi bisa lebih cepat dari biasanya karena sudah didukung oleh prosesor Intel Celeron Dual-Core N3050 yang mampu sampai ke titik 2.16 GHz ketika dalam kondisi turbo clock speed.

NYAMAN
Ternyata kenyamanan nggak hanya didapatkan ketika kita dekat dengan seseorang. Tetapi bisa juga nyaman karena menggunakan notebook ASUS E202. Kenapa notebook ASUS E202 bisa buat nyaman? Emang dia punya perasaan?

Eits, jangan salah sangka dulu. Notebook ASUS E202 ini bisa membuat kita nyaman dengan desainnya yang sederhana namun berkesan. Iya, karena notebook ASUS E202 ini bisa dibilang pas untuk kalangan remaja, dengan lebar layar 11.6" atau dimensinya seukuran kertas A4, notebook ini pas untuk dibawa ke mana saja. Ngerjain tugas di kafe? Oke. Nongkrong di kampus sambil wifian? Oke. Diampit dan ditenteng dengan satu tangan? Juga oke. Kenapa bisa gitu?
Nyaman digunakan kapan pun dan di mana pun.
Karena bobot yang dimiliki oleh notebook ASUS E202 ini cukup ringan yaitu 1.21 Kg aja dan mudah untuk ditaruh di dalam tas kecil, bisa dibilang notebook ini nggak menghabiskan banyak tempat. Cocok banget buat anak muda yang nggak mau ribet.
Nyaman saat ditenteng dengan sebelah tangan karena bobot notebook ASUS E202 yang ringan.
Selain itu, ada lagi satu hal yang membuat notebook ASUS E202 terasa nyamannya saat digunakan, yaitu touchpad. Iya, touchpad. Nah, berbicara soal touchpad, di antara kita mungkin pernah mengalami saat scroll-scroll tapi scrollnya ngga begitu jauh. Nah, notebook ASUS E202 ini hadir dengan touchpad yang lebih responsif, seperti kalian meyapu tangan kalian ke kiri dan ke kanan serta ke atas dan ke bawah layaknya pada sebuah layar smartphone. Ditambah lagi touchpad pada notebook ASUS E202 ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, jadi nggak mungkin deh tuh yang namanya scroll tapi macet-macetan. Bukan hanya sampai di situ aja, ukuran touchpad pada notebook ASUS E202 ini 36% lebih besar daripada notebook yang memiliki lebar layar sama dengan notebook ini.
Fitur Asus Smart Gesture. (Sumber: www.asus.com/id)
Nggak lengkap kalau touchpad pada notebook ASUS E202 nggak ditambahin dengan fitur yang satu ini, ASUS Smart Gesture, dengan fitur ini touchpad pada notebook ASUS E202 terasa lebih maksimal kinerjanya. Kalau ingin zoom in/out hanya menggerakan dua jari di atas touchpad selayaknya sedang mencubit, kalau ingin memindahkan atau menyalin file ke direktori yang lain hanya dengan menggerakan satu jari di atas touchpad dan arahkan ke direktori/folder yang dituju. Kalau ingin scroll di suatu halaman hanya dengan menaruh dua jari di atas touchpad dan gerakan ke atas atau ke bawah. Dan yang terakhir, kalau ingin menggunakan Cortona pada Windows 10, hanya perlu menaruh tiga jari di tengah-tengah touchpad secara otomatis Cortona akan terbuka.
Sumber: www.asus.com/id
Kenyamanan yang kita dapat berikutnya datang dari keyboard. Iya, keyboard pada notebook ASUS E202 dilengkapi dengan one-piece chiclet. Apaan tuh one-piece chiclet?
One-piece chiclet merupakan teknologi yang disematkan pada keyboard agar pengguna merasakan pengalaman mengetik yang berbeda, yang didukung dengan jarak antar keyboard 1.66mm yang membuat pengetikan semakin nyaman dan kokoh. Konon bisa tahan sampai 10 juta kali pengetikan. Gile bener nggak tuh. 😎

LUAS
Kelebihan selanjutnya selain daya yang tahan lama, prosesor yang cepat dalam pengaksesan data, serta desain yang sederhana namun berkesan. Seperti yang kita tahu kebanyakan produsen notebook menjual notebooknya hanya dilengkapi dengan flash storange yang mana kapasitasnya pun tidak terlalu luas untuk menyimpan keperluan data pengguna. Hal tersebut bertujuan untuk memangkas harga dari notebook yang dijual. Tetapi berbeda dengan yang ditawarkan oleh ASUS. ASUS sendiri tahu kebutuhan konsumen, yang membutuhkan media penyimpanan lebih dari sekedar flash storange. Oleh karena itu, media penyimpanan pada notebook ASUS E202 berupa harddisk yang berkapasitas 500Gb. Kapasitas segitu pun sudah terbilang luas, karena sudah bisa menyimpan data sistem operasi dan data penggunanya.

KECIL-KECIL CABE RAWIT
Yap, pastinya kita akrab dengan pribahasa tersebut. Kecil-kecil cabe rawit. Pribahasa tersebut menurut gue cocok mewakili notebook ASUS E202 ini, sebab apa? Walaupun ukuran notebook ASUS E202 ini terbilang kecil, tapi notebook ini berisi. Spesifikasi yang mumpuni, teknologi dan fitur yang disematkan terbilang baru dan belum ada di produk ASUS sebelumnya. Ditambah lagi, untuk memanjakan mata pengguna, notebook ASUS E202 sendiri dilengkapi dengan teknologi ASUS Splendid. Teknologi ASUS Splendid berfungsi untuk memberikan pengalaman kepada pengguna berupa akurasi warna secara otomatis yang disesuaikan dengan display setting optimal untuk semua gambar yang ada. Hasil yang ditampilkan akan lebih kaya, warna yang lebih dalam, dan tampilan yang luar biasa baik saat pengguna menonton film atau sekedar melihat hasil jepretan foto melalui notebook ASUS E202.
Nyaman digunakan secara bersamaan dengan notebook atau laptop yang lain di suatu meja, karena notebook ASUS E202 tidak memakan tempat banyak.
Notebook ASUS E202 ini memiliki fitur 2 kualitas audio yang terbaik, speaker yang menghadap depan dapat langsung dinikmati pengguna baik ketika menonton film/video atau mendengarkan musik. Kurang lengkap kalau hanya kalau kualitas audio yang terbaik apabila tidak dipadukan dengan teknologi ASUS SonicMaster, yang kita tahu dengan teknologi ini suara yang dihasilkan melalui speaker akan lebih dalam dan bersih, walau pun volume audio dalam keadaan tinggi.

Nah, itu beberapa kelebihan serta manfaat kalau menggunakan notebook ASUS E202. Berikut ini gue kasih tips untuk memilih notebook agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Hehehe.. πŸ˜€
  1. Pilih sesuai kebutuhan: kalau ingin ganti dan berniat membeli notebook baru tentunya pilihlah yang sesuai kebutuhan pengguna. Kalau di antara kalian masih sebagai mahasiswa yang notabenenya nggak mau ribet, nggak mau berat, dan lain sebagainya. Maka pilihannya pakai notebook. Eits, tapi tunggu dulu, apabila jurusan kalian sebagai mahasiswa menuntut kalian harus memiliki notebook yang spesifikasinya dapat menunjang software yang digunakan selama masa perkuliahan ada baiknya kalian melihat spesifikasi minimum dan rekomendasi dari software tersebut. Biasanya memang mahasiswa Teknik Arsitektur, Desain Komunikasi Visual, dan Teknik Informatika yang membutuhkan spesifikasi notebook atau laptop yang tinggi. Kemudian apabila sudah mendapatkan informasi spesifikasi rekomendasi software yang akan digunakan, jadikan itu sebagai patokan kalian untuk memilih notebook atau laptop. Namun apabila kalian termasuk mahasiswa yang tidak terlalu mementingkan spesifikasi notebook atau laptop yang akan dibeli, maka notebook ASUS E202 ini cocok banget, karena kelebihan dan manfaatnya yang tadi sudah gue jelaskan di atas.
  2. Pilih sesuai selera: yap, pilihlah notebook atau laptop sesuai selera. Menurut gue selain kita melihat spesifikasi dari notebook dan laptop yang akan dibeli. Kita juga harus pandai-pandai mencari notebook atau laptop yang menurut kita enak dipandang dan digunakannya pun nyaman. Contohnya aja, gue orang yang suka warna merah, otomatis setelah melihat tipe notebook atau laptop pilihan gue, gue akan mencari informasi selanjutnya apakah notebook atau laptop ini tersedia dalam berbagai warna atau tidak kalau iya, pastinya gue akan milih yang warna merah. Nah, kebetulan banget kan notebook ASUS E202 ini memiliki beberapa varian warna yang tersedia serta sudah sepaket dengan Windows 10 yang tentunya orisinal dari Microsoftnya.
  3. Pilih sesuai budget: nah, yang terakhir inilah yang menentukan notebook atau laptop pilihan kalian dapat terbeli atau nggaknya. Kalau kalian hanya memiliki budget yang nggak terlalu banyak, sebaiknya mencari notebook atau laptop yang memiliki spesifikasi yang hampir mendekati dengan pilihan notebook atau laptop yang sudah masuk ke wishlist kalian. Karena apa? Kalau kalian memaksakan diri untuk membeli notebook atau laptop yang sudah ada di wishlist, yang terjadi kemudian notebook atau laptop tersebut tidak jadi terbeli dan akhirnya kalian menabung lagi sisa budget yang kurang. Sedangkan selama kalian menabung sisa budget yang kurang tersebut, maka secara berkala produsen akan mengeluarkan notebook atau laptop dengan teknologi yang baru, spesifikasi yang lebih tinggi, fitur yang mumpuni. Akhirnya, notebook atau laptop yang sudah ada di wishlist kalian sudah ketinggalan jaman katenye... Oke sip, jangan nyanyi. Maka, solusinya belilah notebook atau laptop yang dari spesifikasi dan selera kalian hampir sama dengan yang sudah ada di wishlist kalian. Akan tetapi harganya terjangkau dan sesuai dengan budget yang kalian miliki.

***
Mungkin hanya itu yang dapat gue bagikan, semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya. Kalau ada salah kata dan kurangnya, mohon maaf. Karena manusia tidak dapat lepas dari kesalahan-kesalahan yang diperbuatnya. Baik yang disengaja atau pun tidak disengaja. Sekian dan terima kasih. 😁



Artikel ini diikutsertakan dalam lomba
Blog Competition ASUS E202 by uniekkaswarganti.com

Kecil-kecil Cabe Rawit

Pada
Bank BTN (PT. Bank Tabungan Negara (Persero)), sumber: google
Sudah dua tahun gue menjadi nasabah dari Bank BTN. Terhitung semenjak gue memutuskan untuk merantau walau pun masih di Jabodetabek. Hal tersebut bukan berarti gue harus pulang untuk meminta uang mingguan ke orang tua. Solusinya adalah, gue harus buka rekening. Mendaftarlah gue sebagai nasabah baru dari Bank BTN yang sudah berdiri sejak 1897 (sebagai Postpaarbank). Di akhir ketika mendaftar gue ditanyakan oleh customer service-nya, "Pake hp apa?"

"Android, mbak."

"Coba download aplikasi Bank BTN, yang warnanya kuning." Gue pun men-download aplikasi yang dimaksud oleh mbak customer service-nya. Selesai gue download, mbaknya meminta nomor handphone gue. Ternyata maksudnya tersebut agar menyuruh gue untuk download aplikasi tersebut, lalu meminta nomor handphone, dan yang terakhir mendaftar pada aplikasi tersebut bakal memecahkan berbagai masalah yang gue alami di kemudian hari.

Fasilitas seperti ini yang dibutuhkan oleh gue sebagai seorang mahasiswa, terlebih di waktu kepepet dan mendadak.

Misalnya sewaktu pergantian semester yang mana mahasiswa diwajibkan untuk membayar uang kuliah berdasarkan tanggal yang sudah ditentukan oleh pihak kampus. Kebetulan banget Bank BTN sebagai mitra dari kampus tempat gue kuliah, yang mana Bank BTN sebagai tempat pembayaran uang kuliah setiap semesternya.

Beruntunngnya gue nggak perlu repot-repot bawa uang kuliah sebanyak yang ditentukan dan dibayarkan ke teller Bank BTN, seperti mahasiswa yang lain yang bukan nasabah Bank BTN. Sewaktu pembayaran uang kuliah gue hanya perlu bawa buku tabungan yang gue miliki dan mengisi formulir pembayaran. Hal seperti ini yang dapat meminimalisir terjadinya kejahatan yang nggak kita duga sebelumnya. Atau nggak dengan menggunakan ATM Bank BTN depan kampus, itu pun kalau ATM-nya nggak ramai dengan mahasiswa yang tujuannya sama dengan gue dan mereka juga nasabah dari Bank BTN.

Hal berikutnya, kartu ATM Bank BTN sekarang sudah mendukung VISA, bagi yang sering berpergian atau traveling ke luar negeri. Dan tidak lupa juga kartu ATM Bank BTN sudah terintegrasi dengan atm-atm bank lain yang memiliki jaringan LINK, ATM Bersama, Prima, dan Plus. Dengan begitu nasabah Bank BTN yang ingin menarik uang dan kebetulan letak ATM Bank BTN cukup jauh dari tempat ia berada, maka ia dapat menarik uang dari atm-atm bank lain yang memiliki jaringan di atas.

Lalu gimana cara gue mengatasinya?
Kadang gue nggak sengaja tarik tunai hanya untuk beli pulsa, kalau dipikir ulang kayaknya percuma. Sebab seperti yang sudah gue bilang sebelumnya kalau nomor handphone gue sudah terintegrasi dengan aplikasi Bank BTN di handphone gue. Bahasa kerennya sih, mobile banking (m-banking). Maka kalau gue nggak menemukan ATM Bank BTN terdekat, gue akan menggunakan aplikasi tersebut untuk membeli pulsa.

Terlebih gue harus update seputar informasi-informasi yang selalu di­share di grup jurusan. Tapi tiba-tiba ada notification dari provider kalau paket internet sudah habis dan mager untuk pergi ke penjual pulsa. Maka gue akan menghubungkan sementara handphone gue ke wifi kosan, barulah gue membeli pulsa sesuai nominal yang dibutuhkan melalui aplikasi Bank BTN. Nggak sampai 5 menit, pulsa yang gue butuhkan sudah masuk.

Gue juga ingat beberapa hari yang lalu gue membeli tas secara online. Menurut gue pribadi, cepat atau lamanya barang yang kita pesan secara online bukan hanya bergantung pada pilihan paket pengiriman. Namun juga bergantung pada cepat atau lamanya kita sebagai pembeli untuk transfer uang ke penjual yang bersangkutan. Pilihannya hanya dua, yaitu: pergi ke ATM atau menggunakan aplikasi Bank BTN. Maka pilihan kedualah, pilihan yang tepat bagi gue. Selain menghemat tenaga, juga menghemat waktu, bukan? Karena transfer uang melalui aplikasi Bank BTN nggak sampai 5 menit sudah selesai, sisa waktunya bisa digunakan untuk duduk manis menunggu barang yang dipesan datang ke rumah.
Transaksi transfer ke nasabah bank lain melalui aplikasi Bank BTN.
Gimana kalau penjual meminta kita (sebagai pembeli) sebuah kertas bukti transfer?
Tenang saja, jangan khawatir. Bukan bank BTN kalau nggak hadir dengan solusi-solusinya. Sewaktu ingin konfirmasi transfer uang tersebut, tinggal screenshot aja. Lalu kirim ke penjual yang bersangkutan. Sebab bukti transfer melalui ATM dengan aplikasi ini sangatlah berbeda. Kalau ATM tercetak pada sebuah kertas kecil, maka pada aplikasi ini hanya berupa softcopy gambar.

Sebenarnya banyak banget keuntungan-keuntungnan yang gue dapat selama ini dan nggak gue sadari semenjak gue menjadi nasabah bank BTN. Terutama dalam beberapa hal berikut:
  1. Kemudahan dalam bertransaksi kapan pun dan di mana pun. Dengan semakin majunya teknologi, hal ini juga yang membuat Bank BTN terus berinovasi dan berbenah diri agar dapat memberikan pelayanan-pelayanan terbaiknya kepada seluruh nasabah Bank BTN. Saat ini pula kita nggak perlu untuk pergi ke ATM atau Bank BTN hanya untuk sekedar transfer, baik itu transfer uang ke rekening nasabah bank BTN yang lain atau ke rekening nasabah bank yang lain, lalu pembelian pulsa, top up Go-Pay, pembayaran listrik, tv berlangganan, atau SPP, seperti yang gue ceritakan di atas. Sekarang cukup dengan menggunakan aplikasi Bank BTN di handphone dengan bermodalkan koneksi internet agar dapat terhubung, kita sudah dapat melakukan berbagai transaksi.
  2. Menghemat waktu, seperti yang sudah gue bilang di atas kalau nggak sampai 5 menit transfer uang dan pembelian pulsa yang gue lakukan sudah selesai. Singkat memang dan berbeda kalau kita pergi ke ATM, belum tentu ATM tujuan kita kosong, kalau ada nasabah yang lain dan ada antrian? Maka, waktu yang dibutuhkan lebih dari 5 menit.
  3. Keamanan dalam bertransaksi, nah, ini juga hal yang penting. Seperti yang sudah-sudah kalau aplikasi Bank BTN yang tersedia di Playstore dan yang gue gunakan nggak sembarangan bisa digunakan. Karena aplikasi ini harus tersambung ke nomor handphone yang sudah terdaftar pada database nasabah Bank BTN. Lalu nggak lupa juga apikasi ini dilengkapi dengan password yang dapat kita sesuaikan dan kita ganti kapan saja. Berdasarkan pengalaman pribadi, kalau kita salah memasukkan password-nya, maka secara otomatis aplikasi ini akan mereset ulang dan agar dapat masuk serta bertransaksi lagi. Kita harus memasukkan password baru. Yang terakhir setiap kita ingin mengakhiri transaksi selalu ada jendela konfirmasi, yang mana meminta kita untuk memasukkan PIN kita sendiri. Gimana? Aman banget kan. Bisa dibilang aplikasi ini all in one, one for all. 😁
  4. Jaringannya luas, bukan hanya provider aja yang bisa memperluas jaringan internetnya. Tapi bank BTN juga memiliki jaringan yang luas. Terbukti dari kantor bank BTN yang menyebar seluruh Indonesia. Jadi, nggak khawatir kalau nggak ada uang di dompet. Hehehe...
Gimana sekarang? Yang sudah jadi nasabah Bank BTN tapi belum merasakan m-banking dengan menggunakan aplikasi Bank BTN melalui handphone, bisa datang ke kantor cabang Bank BTN terdetak untuk minta ke customer service-nya agar mengaktifkan m-banking di handphone kalian. Yang belum jadi nasabah Bank BTN, masih mikir layanan serta solusi apa saja yang dihadirkan oleh Bank BTN untuk kalian? 😊

Ngomong-ngomong juga, selamat ulang tahun untuk Bank BTN yang ke-67 πŸ˜„πŸ°. Harapannya untuk Bank BTN, tetap memberikan pelayanan-pelayanan terbaiknya, maju terus, dan semoga bertambah nasabahnya serta nggak lupa juga inovasi-inovasinya untuk ke depannya. Amin. πŸ˜‡




Artikel ini diikutsertakan dalam lomba Bank BTN Blog Competition, yang diadakan oleh Bank BTN dalam rangka merayakan HUT yang ke-67.

Ini Solusiku, Apa Solusimu?

Pada
Mumpung masih di bulan Januari, gue mau cerita sedikit sebelum cerita yang happy di postingan blog berikutnya. Postingan kali ini gue mau cerita tentang akademik gue di kampus sebagai seorang mahasiswa sih, yang mana gue ngerasa sulit di semester 3 kemarin, yaitu jadwal kuliah yang nggak karuan, sehingga gue jarang banget masak nasi yang biasa gue lakukan sewaktu semester 1 dan 2 kemarin πŸ˜‚. Jangankan untuk masak nasi, untuk makan aja nggak keburu. Di semester 3 ini sebenarnya ada ketakutan luar biasa yang menghampiri gue, yaitu projek. Walaupun sudah biasa mendengar kata tersebut semenjak masuk jurusan ini, tapi selalu aja gue merasa takut. Entah itu takut gagal, takut nggak berhasil projeknya, dan sebagainya.
Di semester ini ada 4 mata kuliah yang wajib disuruh buat projek yaitu: Basis Data, Perancangan Sistem Digital, Arsitektur Komputer, Pemrograman Berorientasi Objek. Mari gue bahas satu per satu secara menyeluruh sebagai berikut: πŸ˜€

1. Database Penjualan Mobil Toyota, begitulah judul projek mata kuliah Basis Data yang merupakan projek per kelompok, di mana Reyhan dan Erry menjadi rekan sekelompok gue dalam projek mata kuliah ini. Sebenarnya nggak ada yang salah sama projek ini, cuman mungkin kurang sempurna aja dalam proses buat ERD yang berdampak ke Normalisasi dari table-table di dalam database tersebut. Oh, iya, projek mata kuliah ini bersifat data base offline menggunakan Ms. Access. Dalam projek ini kami bertiga sebenarnya bagi-bagi tugas, walau pun sempat ada rencana untuk kumpul mengerjakan projek ini secara bersamaan, namun ternyata realita tidak sesuai harapan. Contohnya waktu itu saat kami ingin kumpul malah hujan, atau saat gue dan Erry nggak pulang ke rumah, si Reyhan malah pulang ke rumah πŸ˜ͺ. Banyak cobaannya buat kumpul dan ngerjain bareng projek ini. Sampai akhirnya diputuskanlah buat bagi-bagi tugas aja, daripada nggak kelar-kelar projek ini sampai hari presentasi. Gue bertugas membuat table dan design databasenya, Reyhan membuat ERD dan Normalisasi serta makalah projek ini, dan Erry membuat design dan power point untuk presentasi.
Tiba saatnya hari presentasi projek ini, karena presentasi projek tidak berdasarkan urutan kelompok dan secara random maka gue udah siap-siap ketika tahu nama kelompok gue dipanggil. Dan ternyata kelompok gue maju ketiga. Kelompok yang maju pertama nggak ada komentar dari dosen, begitu pun dengan kelompok berikutnya yang maju, sampai akhirnya kelompok gue maju di sini lah awal mula kelompok-kelompok berikutnya mendapat komentar dari dosen. Rata-rata hal yang dikomentari terkait dengan ERD dan Normalisasi. Gue menyadari komentar yang datang ke kami terkait projek ini merupakan resiko dari ketidaktanggungjawaban kami, karena nggak pernah kumpul untuk bahas projek ini secara langsung, berbeda dengan kelompok-kelompok yang lain. Bagaimana pun juga hasil yang sudah didapatkan harus tetap disyukuri semestinya dan sisanya dijadikan pelajaran untuk projek berikutnya.

2. Lift 5 Lantai dan Penyiram Tanaman Otomatis. Kedua judul tersebut adalah projek gue pada mata kuliah Perancangan Sistem Digital. Projek lift awalnya hanya 3 lantai sewaktu gue buat proposalnya, namun gue mengajak Devid sama Ryndam untuk gabung ke projek ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Yang mana memang pada awalnya projek mata kuliah ini bersifat individual dengan tujuan untuk menghindari kecurangan atau cuman numpang nama di kelompok, projek ini juga diwajibkan untuk menggunakan IC GAL yang lumayan langka di toko-toko spare-part komponen elektronik. IC GAL ini termasuk IC yang dikoding dan untuk upload kodingan tersebut ke IC harus ke kampus dulu karena alatnya khusus, langka, dan mahal kalau mau beli. Setelah Devid dan Ryndam bergabung, kami bertiga menemui dosen yang bersangkutan, beliau mengizinkan kami berkelompok dengan syarat liftnya jadi 5 lantai. Pada awalnya kami "iya" kan saja. Seiring berjalannya waktu kami mulai menyicil beli komponen dan berkonsultasi terkait state diagramnya ke asisten dosen sewaktu praktikum. Hingga tiba waktunya hari-hari mendekati presentasi, kebetulan kelas praktikum gue adalah kelas pertama di antara 4 kelas praktikum lainnya yang presentasi projek ini duluan.
H-1 sebelum presentasi, gue dan Devid mengerjakan kerangka lift sambil menunggu kerangka lift yang dicat mengering, kami bertiga bagi-bagi tugas ada yang nyolder serta membuat mekanik dari lift tersebut. Sampai malam tiba gue dan Ryndam stay di kontrakan Devid dan anak-anak Tekom lainnya. Sewaktu jeda mengerjakan lift, gue pamit tidur sampai sekitar pukul 3 pagi baru dibangunin untuk melanjutkan liftnya sampai pagi. Dan bergantian untuk Devid tidur, sedangkan Ryndam balik ke kosan. Karena gue mikirin projek individual yang gue bikin juga, akhirnya gue balik ke kosan dan merapikan projek gue tersebut lebih dahulu. Projek individual gue yaitu Penyiram Tanaman Otomatis, projek ini sama dengan projek pacar gue dan temannya karena mereka berkelompok. Gue nggak bercerita mendetail soal projek lift di sini, melainkan projek gue yang individual.

Penyiram tanaman otomatis pada awalnya cuman sebuah alarm biasa yang memberikan peringatan agar pemilik tanaman segera menyiram tanamannya. Sewaktu gue mencari refrensinya kurang lebih seperti itu gambaran awalnya, sebelum akhirnya kreatifitas dari setiap individu ikut serta dalam pengembangan projek ini. Pada awalnya juga komponen yang digunakan cukup lumayan anggarannya seperti panel surya sebagai sumber energinya. Karena Fadillah (pacar gue πŸ’“), dan Shifa yang satu kelompok dengannya sering konsultasi masalah tersebut ke asisten dosen sewaktu mereka praktikum. Akhirnya sebuah alarm tersebut benar-benar berubah menjadi penyiram tanaman beneran 😊.
Alasan gue membuat projek individual karena gue pesimis dan kurang optimis dengan projek lift πŸ˜–. Sehingga dari awal gue juga udah fokus ke projek individual ketimbang projek kelompok tersebut. Yang mana gue waktu itu baru aja sampai di Bogor dari rumah, gue langsung berangkat ke Glodok untuk mencari komponen projek individual ini. Begitu pun juga saat gue pulang kuliah siang, gue mengajak Fadillah untuk menemani gue ke Glodok beli komponen yang rusak sewaktu uji coba merangkai dengan breadboard. Setiap hari gue mengerjakan projek ini sama Fadillah dan Shifa sampai lupa waktu dan nggak inget lagi buat yang namanya makan. Pernah waktu itu awal-awal gue dan Fadillah membuat clock, kami mengerjakannya di McD sampai larut malam. Endingnya clock yang kami buat di McD nggak bekerja sesuai harapan, malah saat gue rangkai ulang di kosan clocknya baru bekerja semestinya. πŸ˜†
H-7 ketika Fadillah lagi praktikum, gue datang ke kampus untuk upload kodingan ke IC GAL sebagai cadangan jaga-jaga kalau IC GAL yang gue pakai di breadboard rusak tiba-tiba. Kebetulan banget IC GAL Fadillah malah rusak dua-duanya alhasil dia coba minjem IC GAL ke yang lain dan ditambah waktu itu asisten dosennya baru bilang kalau projek ini harus pake IC driver motor dc karena pompa air yang dipake arus DC. Oh, iya, pada awalnya gue sempat mikir kalau pompa air yang kami beli salah, soalnya pompa airnya bekerja di dalam air, karena pikiran sewaktu pesan pompa air tersebut adalah harganya yang murah. Tapi setelah dipikir-pikir ternyata kami nggak salah beli pompa air. Karena projek ini juga sebenarnya kalau diterapkan di dunia nyata cukup masuk akal. Tanaman kan nggak harus disiram pake air dari dalam tanah, bisa juga dari air sungai. #ngeles 😜
Cara kerja dari projek ini kurang lebih seperti berikut:
  1. Sensor yang digunakan berupa module yaitu sensor cahaya (module LDR) dan sensor kelembapan tanah (module soil moisture). Sensor cahaya digunakan untuk menangkap cahaya pada keadaan siang hari, sedangkan senssor kelembapan tanah digunakan untuk mengetahui kadar kelembapan pada tanah tanaman. Sedangkan outputnya berupa pompa air yang ditaruh di dalam air (seperti pompa air di aquarium) dan komponen utama pompa air yang digunakan berupa motor dc.
  2. Pada keadaan siang hari/terdapat cahaya dan tanah pada pot tanaman dalam keadaan kering, maka kedua sensor tersebut akan memberikan input berupa binner 11 ke IC GAL, maka pompa air akan menyala dan menyiramkan air ke pot tanaman tersebut sesuai dengan kecepatan clocknya. Dan keadaaan berikutnya, apabila keadaan siang hari/terdapat cahaya dan tanah pada pot tanaman dalam keadaan basah (setelah disiram tadi, yang sebelumnya keadaan kering), maka secara otomatis pompa air akan berhenti sendiri.
  3. (Ini sebenarnya keadaan yang diharapkan nyala) Kalau keadaan malam hari seharusnya semua proses penyiraman nggak ada lagi. Sebab pada malam hari nggak ada cahaya yang bisa ditangkap oleh sensor dan otomatis juga sensor kelembapan nggak bakal mendeteksi kekeringan pada tanah. Karena pada malam hari juga terbentuknya embun beku. Hal ini juga berfungsi ketika keadaan hujan.
Padahal keadaan pada nomor 3 yang diharapkan, eh, ternyata malah nggak bekerja. Belakang baru gue menyadari kalau kodingan yang di upload ke IC GAL salah, oleh karena itu keadaan pada nomor 3 nggak ada pada projek ini. Tapi, gue tetap bersyukur projek ini masih mengeluarkan output dan bisa bekerja sesuai kodingan yang ada. Berikut penampakannya:
Penampakan penyiram tanaman otomatis.
Berikut bahan-bahan yang diperlukan:
1. IC GAL 16V8B/20V8B
2. IC NE555
3. IC L293D
4. Module Soil Moisture
5. Module LDR
6. Soket IC
7. Tulang ikan
8. Kabel female to female
9. Kabel male to male
10. Pompa air (di dalam air, motor dc)
11. PCB bolong-bolong
12. Baut spacer
13. Akrilik

Kurang lebih segitu bahan-bahan utamanya, pembahasan selengkapnya ada di proposal yang bisa didownload di sini. Oh, iya, kenapa nggak gue kasih lihat videonya, karena waktu mau take videonya sensor soil moisturenya nggak bekerja, kayaknya sih rusak 😭. Waktu itu juga sensor ldr gue sempat rusak, entah karena apa, akhirnya gue beli baru lagi. Resikonya pake module yaitu cepat rusak, tapi kelebihannya pake module kita nggak perlu buat rangkaian yang banyak.

3. Prosesor AMD A8. Judul projek mata kuliah Arsitektur Komputer, katanya sih ini mata kuliah paling gampang di semester 3. Eh, ternyata, oh, ternyata, ya gitu deh. Projek mata kuliah ini bersifat kelompok yang mana kedua rekan gue di kelompok ini adalah Reza dan Ratessa. Awal terbentuknya kelompok ini adalah karena kami bertiga rumahnya lumayan deketan jadi kalau mau ngerjain tugas kelompok khususnya mata kuliah ini bisa ngerjain di kampung halaman sambil makan enak πŸ˜ŽπŸœπŸπŸ›. Projek ini bisa dibilang alhamdulillah cerah πŸ‘³, tugasnya hanya disuruh buat makalah dan powerpoint untuk presentasi. Kesulitannya hanya cari data yang sesuai dengan judul yang dipilih.

4. Aplikasi Beras. Judul projek mata kuliah Pemrograman Berorientasi Objek. Kalau bahas mata kuliah yang kodingan gue agak angkat tangan karena kurang jalan logikanya kalau udah disuruh ngoding 😱. Dari semester 1, 2 dan 3 gitu. Tapi sedikit cerah sih di semester 2 dan 3 karena ada kodingan yang lumayan dimengerti. Jujur aja, gue nggak bantu banyak di projek ini, alasannya karena itu lemah di kodingan. Jadi yang gue pelajarin saat mau presentasi projek ini teori-teorinya aja yang mana komposisi, agregasi, asosiasi, dan lain-lain. Tapi saat UAS kemarin gue nggak baca-baca lagi projek ini, alhasil entahlah gimana itu UAS mata kuliah ini kemarin. Ngisi seadanya, sebisanya, dan sepasrahnya. Sisanya cuman bisa tawakal. πŸ˜‡ Oh, iya, yang mau data projeknya bisa download di sini.

πŸ’ΎπŸ’ΎπŸ’Ύ 

Hikmahnya yang bisa diambil dari semester 3 ini:
1. Harus lebih giat lagi belajarnya di semester 4, bukan cuman belajar materi kodingan tapi di semua mata kuliah. Walau pun gue lemah di mata kuliah yang berkaitan dengan kodingan, bukan berarti gue harus fokus supaya bisa di mata kuliah kodingan tersebut. Yang ada malahan gue ketinggalan semua materi di mata kuliah lainnya.
2. Kalau ada projek bersifat kelompok, harus rangkul rekan yang lainnya, sebab projek nggak akan berhasil kalau pondasinya jelek. Harus kumpul juga meski pun cuman beberapa orang aja, dengan tujuan agar ada kesiapan dan kematangan dari projek. Dan tentunya biar nggak pada cuman numpang nama. Sebab proses tidak akan mengkhianati hasilnya. Boleh gagal saat percobaan, tetapi ketika waktu presentasi tiba semuanya sudah harus berhasil dan nyala.
3. Jangan mengerjakan projek mepet-mepet hari presentasi.
4. Beli komponen boleh banyak dengan tujuan untuk cadangan aja, kalau nggak dipake dan sudah dibeli ada baiknya disimpan dan boleh dijual ke adik kelas yang membutuhkan. (Pengalaman banget, banyak komponen yang nggak kepake)
5. Lebih menghargai waktu kosong untuk menyicil projek, biar nggak ada TA buat ngerjain projek mata kuliah lain.
6. Jangan ada dusta di antara kita ~

Kenapa gue nulis hikmah tulisan ini sebagai poin-poin di atas?
Karena gue menyadari dan mikir, ini akan berlangsung sampai semester 6 nanti. Jadi projek menjelang akhir semester merupakan ritual yang wajib untuk dikerjakan, dikumpulkan, dan dipresentasikan. Gue juga nggak mau, jadi ketagihan untuk TA yang nggak biasa gue lakukan ketika hari-hari biasa kuliah kecuali saat projek, terulang kembali di semester-semester berikutnya.

Mungkin segitu hikmah yang bisa gue ambil dari semua kejadian di semester 3 ini. Semoga berkah dan jadi pahala πŸ˜‡. Kesimpulannya sekarang blogger udah support emoji ya, makin niat ngblog jadinya wkwkw πŸ˜…. Semoga bermanfaat buat kita. πŸ˜ŠπŸ˜‰ Oh, iya, tulisan berikutnya gue mau ngblog yang happy-happy sesuai yang gue bilang di atas.

Ritual Akhir Semester

Pada
Sebenarnya Indonesia itu kaya akan sumber daya alamnya hanya saja kurang memanfaatkannya demi kepentingan bersama dan sesuai dengan cita-cita leluhur bangsa. Indonesia sendiri memiliki 13466 pulau besar dan kecil, yang menjadikan Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia. Ditambah lagi dengan jarak dari Sabang sampai Merauke sejauh 5021 KM, yang kalau dihitung-hitung jaraknya sama antara Teheran, Iran ke London, Inggris. Indonesia juga memiliki panjang garis pantai sejauh 95181 KM dan lagi-lagi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang ke-4 di dunia. Indonesia itu kaya akan suku bangsa, bahasa, makanan dan minuman khas, serta tidak lupa aneka ragam flora dan fauna. Dan yang menjadikan Indonesia hebat lagi adalah tempat wisata yang dimilikinya, seperti Raja Ampat, Gunung Bromo, Gunung Rinjani, Pulau Komodo, dan masih banyak lagi. Lalu Indonesia juga memiliki bangunan yang digunakan sebagai tempat ibadah sekaligus tempat wisata yaitu Candi Borobudur, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia. Keren kan? Terlepas dari semua hal itu Indonesia juga memiliki tempat wisata yang belum tersentuh sama sekali loh? Ya, apalagi kalau bukan Pulau Anano dan Pulau Runduma.
Peta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pulau Anano dan Runduma terletak di sebelah ujung paling timur Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara. Kedua pulau tersebut berhadapan langsung ke laut Banda. Jarak dari pulau Anano ke pulau Runduma sejauh 5,8 mil dan dapat ditempuh selama 15 menit dengan menggunakan kapal cepat. Pulau Anano tidak memiliki populasi tetapi pulau ini tetap dihuni oleh penyu hijau dan penyu sisik, berbeda dengan pulau Runduma yang dihuni oleh kurang lebih sekitar 140 kepala keluarga.
Pulau Anano dan Runduma
Lalu potensi apa saja yang dimiliki oleh kedua pulau tersebut?
1. Cinderamata adalah buah tangan yang khas dari setiap daerah, setiap wisatawan yang berkunjung baik lokal atau pun domestik akan memilih buah tangan ini. Apa lagi kalau cinderamata tersebut melibatkan unsur budaya atau bahkan dari bahan-bahan yang ada di sekitar pulau tersebut, misalnya dari kulit kerang, serta bisa dikembangkan lagi menjadi home industry. Sehingga dapat dijadikan sebagai mata pencaharian dari masyarakat sekitar.
2. Biota dan ekosistem laut yang masih baik dan terjaga. Sehingga banyak flora dan fauna air yang hidup dan berkembang di perairan antara kedua pulau tersebut.
Keindahan pulau Anano dan Runduma dapat memikat wisatawan lokal mau pun wisatawan asing.
3. Kedua pulau tersebut memiliki pemandangan yang indah dan natural, dalam artian belum banyak campur tangan yang datang, baik dari pemerintah atau pun investor. Termasuk keindahan bawah lautnya yang dapat dinikmati untuk kegiatan diving atau snorkeling. Keindahan pemandang kedua pulau tersebutlah yang menjadi bukti nyata kalau kedua pulau tersebut belum terekspos oleh masyarakat luar yang datang untuk berwisata di sana.
Makanan khas Wakatobi.
4. Kuliner khas Wakatobi yang menggugah selera, tidak lengkap rasanya kalau kita pergi ke sana hanya menikmati kedua pulau tersebut tanpa menikmati makanan khas asli Wakatobi. Wakatobi memiliki makanan khas yang cukup banyak seperti Kasoami, Luluta/Nasi Bambu, Tombole, Kapusu, Ikan Parende, Kukure, Kasoami Pepe, Kerang Mutiara/Kima, Karasi, dan lain sebagainya. Makanan khas Wakatobi akan memanjakan kita yang datang berkunjung ke sana selepas menikmati keindahan kedua pulau tersebut.

Bagaimana caranya agar potensi yang dimiliki oleh kedua pulau tersebut tidak sia-sia?
Banyak cara agar potensi yang dimiliki oleh kedua pulau tersebut dapat dinikmati oleh wisatawan lokal atau wisatawan domestik, dengan cara:
1. Pembangunan hotel, resort, penyediaan sewa kapal, dan restoran dengan tema budaya lokal dengan menyajikan makanan khas Wakatobi yang sudah disebutkan di atas.
2. Pelatihan masyarakat sekitar sebagai penyedia fasilitas di sekitar tempat wisata.
Penyu hijau dan penyu sisik merupakan penghuni pulau Anano.
3. Pelatihan masyarakat untuk pembudidayaan penyu hijau dan penyu sisik, sebagai fauna khas pulau Anano. Dengan tujuan agar penyu hijau dan penyu sisik tetap hidup lestari dengan berkembang biak.
4. Mengingat pulau Anano tidak memiliki penduduk sama sekali, maka orang-orang dari pulau Runduma dapat dikerjakan di pulau Anano, dengan maksud kedua pulau tersebut dapat tumbuh berkembang  secara bersamaan mengingat letak kedua pulau tersebut yang berdekatan.

Dan tidak lupa agar pulau Anano dan pulau Runduma tetap terjaga keasliannya, maka keempat cara di atas harus dapat memperkuat indentitas dan melestarikan budaya setempat seiring dengan kenaikan derajat ekonomi yang akan dihasilkan oleh kedua pulau tersebut.

Namun mengingat Indonesia adalah negara yang sedang berkembang, maka tidak mudah untuk melaksanakan pembangunan di kedua pulau tersebut dan pastinya diperlukan beberapa pertimbangkan dari segala aspek. Dan pada kenyataannya:
1. Akses menuju kedua pulau tersebut masih sulit. Sehingga memerlukan bantuan baik dari pemerintah setempat atau pun investor yang berniat mengembangkan tempat wisata di Pulau Anano dan Runduma.
2. Membutuhkan dana yang besar untuk melaksanakan segala pembangunan agar tempat wisata pada kedua pulau tersebut dapat dikunjungi serta dinikmati masyarakat atau pun wisatawan.
3. Membutuhkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalapahaman antara pihak pengembang tempat wisata dengan masyarakat yang tinggal di sekitar pulau Anano dan Runduma.
Quote.
Terlepas dari persoalan bagaimana cara melaksanakan pembangunan di kedua pulau tersebut. Hal ini membuktikan kalau Indonesia memang benar-benar kaya akan sumber daya alam yang dimilikinya, dan tentunya pulau Anano serta pulau Runduma menjadi bukti kalau yang di belakang belum tentu terbelakang, dalam artian jarak yang jauh dari jangkauan kita, belum tentu tidak memiliki potensi di dalamnya. Nyatanya kedua pulau tersebut masih memiliki potensi yang begitu kaya, sayangnya banyak dari kita kurang mengetahuinya. Mengingat juga belum terjadi pembangunan yang berarti di kedua pulau tersebut.

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog dan Quote Imanjinesia 2.

Pulau Yang Kaya Potensi

Pada
Kemajuan teknologi yang semakin pesat tidak dapat dimungkiri lagi, kalau banyak inovasi-inovasi yang sudah dibuat di dunia ini dari yang sederhana sampai yang membuat dunia heboh. Tak bisa dimungkiri juga kalau kemajuan teknologi internet yang semakin hari semakin cepat dan baik kualitasnya menjadi salah satu kebutuhan masyarakat saat ini. Dengan teknologi internet jarak yang jauh terasa dekat, sehingga waktu yang digunakan juga sedikit. Lalu dengan internet cara berkomunikasi masyarakat juga berubah, dahulu hanya bisa mengirim surat, sekarang dapat mengirim pesan panjang dengan menyertakan gambar atau foto, dahulu ketika menelepon hanya bisa mendengar suara sekarang bisa mendengar suara serta melihat gambar (video call). Cara berkomunikasi masyarakat yang berubah tersebut tidak terlepas dari telepon genggam yang semakin hari juga semakin canggih seiring dengan perkembangan zaman.

Bukan hanya dalam bidang komunikasi saja teknologi dapat diterapkan, namun juga dalam bidang-bidang yang lainnya. Seperti pada bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan sebagainya. Seperti tidak ingin ketinggalan teknologi, banyak kota-kota yang mulai menggunakan teknologi dalam membenahi dan menyelesaikan segala persoalan yang ada pada kotanya sendiri, dengan menerapkan konsep 'e-City' yang sudah mulai berkembang di Indonesia. Sebelum melihat lebih jauh tentang e-City, ada baiknya kita melihat kesamaan dan perbedaan antara e-City dan Smart City.

e-City dan Smart City memiliki kesamaan yakni sangat membutuhkan dukungan jaringan broadband yang memadai. Kehadiran broadband dianggap penting karena bisa memungkinkan pemerintah daerah/kota dalam memberikan layanan yang lebih baik dan cepat kepada masyarakatnya.

Lalu apa perbedaannya e-City dengan Smart City?
1. e-City menggunakan teknologi informasi dan komunikasi hanya untuk departemen dan pemerintahan, sedangkan Smart City menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk semua sektor yang lebih luas dari sekedar e-City. Seperti misalnya sistem pengendali lampu lalu lintas, sistem parkir terpadu, sistem pengaturan listrik untuk fasilitas publik, sistem peringatan dini, serta tidak lupa sistem pemantau polusi udara atau lingkungan.
2. Penerapan e-City didasarkan pada keputusan pimpinan daerah, sedangkan Smart City didasarkan pada pertimbangan antara kebutuhan dan kelayakan urgensi kota di setiap daerah.

Bagaimana konsep e-City yang sebenarnya?
e-City merupakan konsep penataan pemerintahan dan layanan masyarakat di masa yang akan datang berdasarkan manajemen sistem informasi terpadu pada semua departemen dan pemerintahan kota, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mengakses semua layanan yang disediakan oleh pemerintah dan masyarakat memiliki kesempatan yang sama dalam memperoleh layanan tersebut di mana pun dan kapan pun.

Prinsip apa saja agar sebuah kota dapat berjalan ke arah e-City?
1. Manajemen informasi, merujuk kepada bagaimana data dan informasi diatur sesuai dengan visi dan tujuan pelayanan pemerintahan. Dengan memperhatikan kebutuhan agar teknologi yang dibangun bisa menghasilkan manfaat.
2. Teknologi yang memadai: merujuk kepada alat pendukung agar kerangka dasar dari pengembangan sistem informasi di pemerintahan. Mencakup aplikasi yang akan digunakan, keamanan dari aplikasi tersebut, hingga jaringan infrastruktur yang mendukung.
3. Sumber daya manusia: merujuk kepada kualitas staf dan pegawai pemerintah sebagai pihak yang menyediakan layanan dan juga masyarakat yang berperan sebagai pengguna. Agar  proses berjalan baik dan seusai dengan harapan. Karena kualitas layanan yang baik perlu ditunjang dengan sumber daya manusia yang berkualitas juga.

Apa SIGAP itu?
Sesuai dengan namanya, SIGAP merupakan aplikasi absensi yang diperuntukan kepada petugas lapangan yang berada di lingkup Pemkot Tangerang.
Aplikasi SIGAP pada Play Store.
Tujuan dibuatnya aplikasi tersebut untuk apa?
SIGAP dibuat agar dapat menjalankan tugas Pemkot Tangerang dengan baik, efisien, serta mudah digunakan. Dengan aplikasi ini petugas lapangan yang sedang bertugas dapat dilacak posisinya dan membantu melaporkan kondisi di lapangan yang memang membutuhkan penanganan.

Bagaimana cara kerja dari aplikasi tersebut?
1. Petugas lapangan akan diberikan ID dan Password yang sudah tersimpan pada database server pada Tangerang Live Room.
Tampilan awal aplikasi SIGAP, terdapat kolom untuk memasukan ID dan Password.
2. Setelah itu petugas lapangan akan diarahkan masuk ke dalam aplikasi tersebut.
Setelah masuk ke dalam akunnya, petugas lapangan akan melihat tampilan seperti di atas dengan 2 menu.
3. Di halaman tersebut terdapat foto, nama, dan tugas  dari petugas lapangan. Lalu terdapat 2 pilihan menu: Kirim Gambar atau Log out. Menu Kirim Gambar digunakan oleh petugas lapangan untuk mengirim gambar seputar fasilitas, sarana prasarana, dan sebagainya di lingkungan kota Tangerang yang sudah rusak dan memerlukan penanganan. Selanjutnya gambar tersebut akan diterima oleh operator yang bertugas di ruang Tangerang Live Room secara real time, untuk dilaporkan kepada Walikota. Untuk menu Log Out, setelah petugas lapangan selesai melaporkan keadaan dengan foto yang dikirim melalui aplikasi SIGAP, mereka bisa keluar dari akun mereka pada aplikasi tersebut. Agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan di kemudian hari, kalau aplikasi tersebut disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab.
Tangerang Live Room
Menelisik lebih dalam seputar Tangerang Live Room ini digunakan sebagai ruang untuk memantau berbagai aktivitas para Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan menghimpun data-data atau informasi yang masuk ke dalam Tangerang Live Room dari setiap OPD, termasuk dari aplikasi SIGAP yang digunakan oleh petugas lapangan. Sekaligus juga memantau seluruh aktivitas di wilayah Kota Tangerang dan akan ditampilkan pada layar monitor yang tersusun melengkung. Tangerang Live Room sendiri berada di lobi Walikota Gedung Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang diresmikan pada ulang tahun kota Tangerang yang ke-23 pada bulan Februari lalu oleh Walikota Tangerang.
Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah dan segenap OPD yang berada di ruang Tangerang Live Room.
Tangerang Live Room memiliki 11 operator yang siap menerima laporan dari masyarakat seputar kemacetan, banjir, pohon tumbang, dan keamanan, dengan menggunakan aplikasi LAKSA (Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda) pada smartphone berbasis Android yang dikembangkan oleh Pemkot Tangerang. Aplikasi LAKSA dikhususkan untuk masyarakat agar dapat melaporkan keadaan yang terjadi di wilayah Kota Tangerang dengan disertai foto atau video. Selanjutnya seluruh laporan masyarakat akan ditindak lanjuti oleh petugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.
Tampilan aplikasi laksa (dari kiri ke kanan).
Untuk mendukung percepatan penanganan petugas pengawas akan mendapat perintah dari operator Live Room sesuai dengan laporan yang masuk dari masyarakat. Lalu dilanjutkan oleh petugas lapangan.

Selanjutnya kabar baik datang dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi yang mendukung inovasi Tangerang Live Room dan meminta agar pemerintahan provinsi, kabupaten, dan kota dapat menerapkan inovasi yang dibuat oleh Pemerintahan Kota Tangerang. Dengan inovasi ini pemerintah dan masyarakat bisa saling terhubung satu dengan yang lain, sehingga masyarakat mendapatkan layanan yang memang haknya dari pemerintah daerah/kota. Ditambah lagi inovasi ini hadir untuk Indonesia menuju negara yang semakin baik lagi.

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

Inovasi Daerahku: Tangerang Live Room

Pada
Wahana baru di Ocean Park BSD, Flying Tower.
Jadi kemarin saya, Fandy, Indra, Vito dan Riskun pergi ke Ocean Park BSD sekitar pukul 9 pagi lewat sedikit sesuai jam pasir. Saya dan Riskun berkumpul di rumah Vito, sedangkan Indra dan Fandy menunggu di jalan yang akan kami lewati menuju tempat tujuan. Sekitar pukul 10 kurang, saya, Vito, dan Riskun berangkat menuju tempat Fandy dan Indra. Untungnya saja kami tiba  lebih cepat sedikit di sana, sebab kebetulan Fandy dan Indra ingin pergi dari sana. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Ocean Park, dengan kecepatan sedang sebab saya selalu melihat sisi kanan dan kiri jalan mencari foto copyan. Kebetulan jiwa anak kuliahan dan anak rantau kami tidak berkurang sedikit pun ketika di dekat rumah, untuk urusan harga masuk ke sini pun kami menggunakan kartu mahasiswa yang kami foto copy tadi. Dengan tujuan mendapatkan harga murah namun fasilitas tetap sama.

Sekitar pukul setengah 11 kami tiba di tempat tujuan, dengan bergegas untuk membeli tiket terlebih dahulu. Kebetulan loket belum dibuka, jadi harus menunggu terlebih dahulu. Sekitar pukul 11 kurang barulah loket dibuka. Saya mengantre dengan pengunjung yang lain dengan membawa fotocopy KTM. Tiba saatnya saya berdiri di depan loket.

"Promo studay, mbak." Kata saya.
"Berapa orang?"
"5 orang." Sembari memberikan foto copyan ktm.
"Yang aslinya mana?"
Saya meminta Riskun yang menemani saya di loket untuk memanggil yang lain.

"KTM aslinya dimintain juga." Kata saya ke mereka.
"Yang asli juga?" Tanya Fandy.
"Iya." Saya mengambil ktm dari mereka dan berdiri di depan loket lagi.

"Punya kamu dulu mana?"
"Ini mbak."
Setelah saya memberikan fotocopyan serta memperlihatkan ktm asli, barulah saya memberikan fotocopyan serta memperlihatkan ktm asli yang lain ke mbak penjaga loketnya sekaligus untuk di absen. Serta selesai mbak-mbaknya memberitahukan lagi, "Untuk 5 orang ya. Studay. Jadi 150.000 dan jaminannya 30.000. Total 180.000."
Saya memberikan uang ke mbaknya dan menerima struk serta gelang untuk masuk ke dalam OP. "Nanti jaminannya diminta pas pulangnya." Mbaknya memberitahukan saya.

Kami pun berjalan menuju pintu masuk yang terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan tas yang kami bawa oleh petugas. Lalu masuk ke dalam OP dengan menggunakan gelang yang dipegang oleh petugas di pintu masuk, lalu dikembalikan lagi gelang tersebut ke saya.

Kami berjalan menuju tempat duduk yang disediakan untuk menaruh tas, kami memilih untuk menaruh tas di dekat kolam ombak. Barulah kami melepaskan pakaian hingga tersisa celana bola dan kaos yang dikenakan. Sebelum menyemplung dan bermain wahana, kami mengumpulkan dompet, hp, dan barang-barang berharga untuk ditaruh di loket.

Barulah kami menyewa 2 ban double dan bergantian bermain di wahana perosotan yang hanya lurus ke bawah. Setelah semuanya bermain perosotan tersebut barulah kami nyebur ke kolam arus dengan menggunakan ban yang kami sewa tadi. Sambil mengobrol dan bercanda ringan. Setelah melewati kolam arus, kami memutuskan untuk mencoba wahana baru di OP, yaitu Flying Tower.

Gambaran sedikit tentang Flying Tower, wahana ini memiliki empat perosotan dengan menggunakan ban maksimal berdua. Bisa sendiri juga. Nah, karena kami baru mencoba wahana baru ini jadi kami disuruh untuk naik ke perosotan hijau. Di perosotan pertama ini saya naik bersama Vito, mungkin ini perosotan yang paling banyak tikungannya dibandingkan perosotan yang lain. Jantung pun masih cukup lumayan di perosotan pertama. Selanjutnya kami naik ke perosotan kedua, yang berwarna kuning. Di perosotan ini saya naik bersama Riskun, di perosotan inilah jantung berdetak cepat karena di awal masuk ke lorong perosotan kami serasa melompat, di karenakan perosotan yang cukup curam tidak seperti di perosotan pertama. Saya dan Riskun sempat berbalik badan. Yang mana seharusnya kami menghadap ke depan, malah kami membelakangi perosotannya. Sempat juga mata saya terasa perih, ingin rasanya saya mengucak mata sebentar namun saya ingat dengan kata penjaga wahana ini di atas, sebelum kami naik. Kalau kami tidak boleh melepas tangan dari pegangan di ban dan kaki yang duduk di depan tetap menyilang hingga sampai di bawah.

Perosotan selanjutnya yaitu yang berwarna merah. Di perosotan ini saya naik bersama Indra, posisi saya duduk di depan sedangkan Indra di belakang. Nah, di perosotan ini turunannya cukup panjang dan melengkung, lalu kami berputar di corong yang besar sebanyak 3 kali. Awalnya sedikit takut kalau kami tidak dapat masuk ke dalam dan menuntaskan perosotan tersebut, hingga Indra berkata, "Arahin pakai kaki lu, Pis." Saya pun mengikuti katanya. Pada putaran kedua kami belum masuk ke perosotan yang akan turun ke bawah lagi. Untungnya saat ketiga kami berhasil masuk ke perosotan lagi dan menuntaskan perosotan tersebut. Selanjutnya perosotan yang terakhir, yaitu yang berwarna biru. Di perosotan ini saya naik bersama Riskun lagi, pertamanya perosotan turun kencang ke bawah hingga akhirnya kami terhempas dari lorong perosotan menuju perosotan yang melengkung sebanyak 2 kali, hingga akhirnya kami sampai dengan selamat di bawah. Karena dari tadi saya belum bergantian untuk menjaga ban yang kami sewa, kini giliran saya menjaganya. Dan yang belum naik ke wahana lain naik dulu sambil saya juga mengatur detak jantung yang sempat cepat tadi.

Setelah semuanya sudah naik dan merasakan wahana Flying Tower, barulah kami kembali merasakan perosotan yang melengkung. Saya naik bersama Riskun, sakit sih punggung karena ada garis penghubung antara perosotannya tapi saya nikmati saja sampai akhirnya masuk ke kolam renang biasa. Setelah itu barulah kami keliling-keliling lagi di kolam arus dan merasakan sedikit kolam ombak sebanyak dua kali sebelum akhirnya memutuskan untuk menyudahi berenang di OP, karena perut yang sudah keroncongan.

Kami pun bergegas untuk bilas dan berganti baju, lalu dilanjutkan dengan sholat dzuhur terlebih dahulu barulah kami pergi meninggalkan OP menuju rumah makan SS yang dekat situ. Nggak terlalu jauh dari OP, kami pun sampai di tempat tujuan dan memarkirkan motor lalu masuk ke dalam dan duduk lesehan. Barulah kami memesan makan masing-masing. Sambil menunggu makanan datang kami mengobrol ringan, nggak beberapa lama kemudian datanglah es tes manis untuk kami. Saya segera menyeruput es tersebut karena sudah haus dari tadi. Dan selanjutnya datanglah makanan kami, kami menikmati makanan tersebut dan saya dengan lahap menghabiskan nasi terlebih dahulu barulah ayam gorengnya dengan sambel lombok ijo yang saya pesan. Selama makan saya tidak lupa untuk mengelap keringat di wajah saya, karena saya tipikal orang yang cepat keringatan kalau makan pedas tapi saya suka makan pedas. Setelah selesai makan, kami memutuskan untuk beristirahat sebentar di CRV sambil melihat foto-foto waktu jaman SMA dahulu.

***

Btw, sekarang kalian bisa menikmati cerita-cerita saya dari dahulu pertama saya ngeblog hingga saat ini. Karena saya sudah mengimport post dari blog saya sebelumnya. Dengan cara klik tahun/bulan/judul post di sebelah kanan di widget Blog Archive. Terima kasih. :)

Flying Tower

Pada
Sudah lama saya tidak menulis cerita yang panjang di blog ini, untuk membukanya saya akan bercerita tentang arti keluarga dalam hidup saya dan mungkin ini akan menjadi tulisan yang sedikit sensitif. Sebelumnya ini merupakan tulisan yang sudah saya kembangkan sebelumnya.

Sedari saya kecil, saya sudah dititipkan oleh nenek saya kebetulan kedua orang tua saya bekerja. Ummi saya sebagai guru di sebuah sekolah yang tidak memungkinkan selalu membawa saya untuk ikut serta ke sekolah tersebut, sedangkan Ayah saya juga sebagai guru di sebuah sekolah di Cilegon, yang hanya pulang sebulan sekali dengan kondisi jari tangan terkadang terbungkus oleh perban putih. Faktor kurang memiliki quality time di masa-masa pertumbuhan saya itulah yang kemudian hari saya sadari hingga saat ini. Hari-hari saya di rumah nenek saya seperti anak-anak tahun 90-an umumnya, bermain petak umpat, galaksin, peletokan yang saya buat dengan sepupu-sepupu saya, bermain kapuk yang merupakan bahan baku dari kasur mau pun bantal zaman dahulu, dan bermain di sekitaran sawah sewaktu nenek saya dan anak-anaknya memanen hasil pertaniannya.

Sewaktu nenek saya berpulang ke Yang Maha Pencipta., saya diasuh kembali oleh Ummi saya. Saya ingat waktu Ummi, membawa saya yang duduk di jok belakang motor Honda Astrea Legend, sewaktu kami ingin berbelok tiba-tiba saja kami tertabrak oleh motor lain, dan jatuh lalu orang-orang sekitaran kami langsung membawa kami ke rumah nenek saya.
Banyak momentum yang membuat saya terkadang menangis apabila terdapat sesi ceramah tentang orang tua sewaktu mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah dahulu. Seperti gambar di atas adalah momentum yang paling saya suka karena selain disuapin, kita juga diajak untuk berimajinasi tentang suatu hal yang belum kita ketahui sebelumnya. Begitu sederhana waktu kecil dahulu yang tidak dihabiskan di depan gadget seperti generasi saat ini. Lain waktu ketika Ummi mengikuti perpisahan dari sekolah yang merupakan tempat beliau bekerja, setiap saat saya selalu diajak untuk pergi bersama seperti ke Cibodas atau ke Kebun Raya Bogor.
Kebun Raya Bogor
Gambar di atas merupakan salah satu tempat yang dulu saya gunakan untuk bermain dengan anak-anak dari teman Ummi yang sesama guru ketika acara perpisahan sekolah tersebut. Tempat tersebut cukup dekat dengan Taman Mexico yang berisi tanaman kaktus dan sejenisnya di Kebun Raya Bogor. Kembali ke cerita, di tahun 2006 Ayah saya pindah tempat kerja yang membuatnya lebih banyak waktu di rumah. Saya ingat ketika awal-awal saya belajar berpuasa meski pun puasa setengah hari, suatu ketika saya diajak Ayah untuk pergi ke Bintaro Plaza untuk melihat-lihat mainan atau peralatan yang berhubungan dengan rumah, saat adzan dzuhur berkumandang saya dan Ayah saya pergi ke Hero yang berada di lantai dasar dan membeli makanan ringan serta susu kotak untuk saya berbuka lalu ketika usai saya melanjutkan berpuasa lagi. Lain waktu ketika saya sehabis sunat, sebagian uang yang didapat saya belikan sepeda yang kemudian dibawa oleh Ayah saya dari Bintaro ke rumah. Awalnya Ayah saya naik ojek, tetapi ketika tiba rumah nenek, Ayah saya menaiki sepeda tersebut sampai ke rumah, sedangkan saya dan Ummi naik motor.

Pada tahun 2007, Ummi saya melahirkan Farid, yang menjadi adik saya. Saya ingat ketika Ummi ingin melahirkan Farid. Awalnya sehabis dari rumah nenek, Ummi hanya ingin cek saja di bidan, namun bidannya berkata, "Sudah, pembukaan 7, Bu." Yang membuat Ummi dan saya menunggu di sana. Sore harinya sekitar pukul 17:00, Farid lahir secara normal dan yang dia lakukan pertama kali saat keluar dari dalam perut adalah: kencing. Setelah dibersihkan dan dikasih bedongan, seperti kepompong gitu bentuknya. Ayah mengumandangkan adzan di telinga kanan Farid. Farid dan saya tidak jauh berbeda, Farid juga sewaktu kecil sudah dititipkan ke saudara, sampai saat ini. Perbedaan umur saya dan Farid terpaut 10 tahun jauhnya.

Ummi, Farid, Ayah
Saya ingat perjuangan orang tua saya ketika saya jauh di Bogor untuk kuliah, bukan hanya soal material namun juga batin. Meskipun masih dalam Jabodetabek, namun tetap saja jarak adalah jarak, yang harus ditempuh dan saya tahu kalau doa akan sampai, tidak peduli seberapa jauh orang yang kita do'akan tersebut. Setiap kali saya diantar oleh keluarga kembali ke kosan, Ayah dan Ummi selalu berpesan: Jangan lupa sholat, ngaji, sama berdoa. Ditambah sesudah maghrib Ummi saya selalu mengirim SMS menanyakan saya sudah makan atau belum?, makannya pakai apa?, uangnya masih ada?, dan lain-lain, tidak jarang juga saya ditelepon oleh Ummi. Saya juga ingat ketika Ummi mengantar saya ke stasiun kereta, saat di tengah perjalanan menuju stasiun kereta tiba-tiba saja turun hujan yang membuat kami meneduh di Indomaret. Ketika hujan mulai mereda saya menggunakan jas hujan dan Ummi saya memegang tas saya yang berisi laptop dan tidak menggunakan jas hujan tersebut. Sungguh besar perjuangan dan pengorbanan orang tua yang menginginkan anaknya bahagia dan lebih sukses darinya. Apapun akan dikorbankan dan tidak pernah mengeluh ketika memang "tidak ada", tetapi akan tetap terus berusaha demi melihat senyum bahagia di wajah anaknya. Tapi pernahkah terlintas atau terpikir dalam benak kita? Bagaimana caranya agar kita dapat membalas jasa-jasanya dan melihatnya senyum bahagia seperti yang kita rasakan? Ikuti dan turuti kata-katanya. Memang mudah apa bila hanya terucap di bibir saja, namun sangat sulit saat dilakukan. Karena kita terkadang sering lupa berterima kasih dan lupa mengingat kalau perjuangan dan pengorbanan yang sudah diberikan orang tua kepada kita lebih dari yang kita bayangkan. Kuncinya apabila kita ingin melihat orang tua kita senyum bahagia seperti mereka mengabulkan permintaan kita adalah: ikhlas. Karena kalau kita ikhlas, tidak akan ada rasa berat, rasa malas, rasa tidak ingin mengikuti dan menuruti kata-kata orang tua kita, semuanya akan mengalir seperti air dari hilir ke hulu dan tidak akan menjadi beban sama sekali.

Kehujanan di hari sebelumnya ketika akan ke Bogor kembali, membuat saya meriang pada malam harinya di kosan. Hingga di hari Senin yang merupakan jadwalnya padat membuat saya tidak kuat menerima dinginnya AC di ruang praktikum mau pun di ruang kuliah. Malamnya saya dijemput oleh keluarga saya dan Encing saya, seusai saya berobat di RS PMI. Kebetulan saat itu kondisi Ayah sedang kurang sehat. Sekitar pukul 9 malam saya dijemput dan menikmati jalan pulang menuju rumah dengan tidur di dalam mobil. Beruntung saya sakit di waktu libur seminggu menjelang UTS di kampus. Tetapi tetap saja saya keras kepala tidak ingin pulang awalnya karena kepikiran tugas dan segala macam di kampus.
2015, saat perpisahan SMA.
Foto di atas adalah ketika Ayah menemani saya untuk datang ke perpisahan sekolah saya. Saya ingat ketika saya dijemput dari stasiun oleh beliau, di jalan menuju rumah beliau selalu bertanya, "Udah makan belum, a?", terkadang juga saya menjawab, "Belum. Mau makan nasi padang, yah." Kemudian ketika melihat rumah nasi padang, Ayah dan saya menepi sebentar dan membeli nasi yang kemudian saya dimakan di rumah. Saya juga ingat waktu itu, Ayah mengajak saya makan di warteg. Memang kami makan ditempat yang sederhana, tapi kenangan yang kami buat begitu mewah antara Ayah dan anak laki-lakinya. Saya juga ingat ketika keluarga saya mengantar saya kembali ke Bogor, di tengah jalan tol mobil yang dikendarai oleh Ayah tiba-tiba saja ban kiri belakangnya pecah, yang membuat kami harus menepi di sisi kiri jalan tol. Ayah saya membuka ban, sedangkan saya menurunkan ban cadangan yang terletak di bawah mobil. Namun seorang bapak-bapak yang merupakan petugas tol yang sedang berjaga menghampiri kami dan membantu proses mengganti ban tersebut.

Dari momentum-momentum yang saya ceritakan di atas saya bisa mengambil pelajarannya. Kita pasti sadar, kalau kita lebih banyak menuruti kebahagian teman-teman kita, hingga lupa membahagiakan kedua orang tua kita sendiri. Padahal orang tua kita telah memprioritaskan segalanya untuk kita. Jadi tidak ada salahnya kalau sesekali kita mengajak jalan-jalan atau quality time bersama orang tua.

Karena mengingat kita akan sibuk dengan pertumbuhan kita, yang membuat kita lupa kalau kalau orang tua kita juga akan semakin tua. Ini yang membuat saya sering pulang ke rumah kalau lagi liburan dan tidak banyak tugas. Menikmati waktu senggang bersama orang tua di rumah atau menikmati masakan Ummi yang tidak saya rasakan jika di Bogor.
Dan yang jelas, setiap orang tua akan mengabulkan permintaan anaknya, entah akan dituruti secepatnya atau menunggunya nanti. Tetapi yang jelas, kata-kata orang tua dapat kita pegang seperti yang sudah saya bilang di atas. Apabila orang tua kita sedang "tidak ada", pasti mereka akan memberikan sedikit pengertian ke kita dengan kata-katanya: "nanti ya, ayah belum gajian" atau "ummi lagi ngga pegang uang", tetapi akan berusaha mencari demi melihat senyum bahagia dari anaknya.
Jangan lupa ikhlas kalau disuruh orang tua, jangan lupa bilang makasih ke mereka, jangan lupa bilang sayang dan cinta ke mereka, karena mereka kita bukan apa-apa. :)
Dan jangan lupa untuk bersyukur, karena kita masih memiliki orang tua lengkap. Coba bandingkan dengan yang mengalami broken home atau orang tuanya sudah tidak ada.
Kalau beli baju jangan yang mahal-mahal, a. Nanti kalau udah jelek nggak bisa dijual. Cuman jadi lap kaki atau piring.
Atau
Jangan lihat ke atas mulu, jadinya lupa bersyukur. Coba lihat ke bawah.
Entah itu moto hidup Ummi saya atau bukan yang jelas itu menurutnya juga dapat dari nenek saya. Dan sepertinya akan saya pegang keduanya. Terima kasih sudah membaca. :)

Tentang Cinta: Keluarga

Pada
Mengingat kembali ke awal tahun 2015 lalu untuk kali pertamanya saya menginjakan kaki di Institut Pertanian Bogor bersama dengan teman-teman SMA, meski pun kampus yang saya datangi waktu itu bukanlah kampus yang saya tempati saat ini. Tetapi pada waktu pertama kali itulah saya ke sana, saya langsung menyakinkan diri agar dapat masuk ke Institut Pertanian Bogor.
Dari kiri: Alvin, Fathur, Rizky, Tari, Amelia, Saya, Vito, dan Masnun.
Mulai saat itulah sepulang dari kampus Dramaga IPB, saya langsung mencari informasi jalur masuk IPB. Waktu terus bergerak maju, hingga tiba akhirnya melalui akun twitter resmi IPB saya mendapatkan informasi mengenai jalur masuk IPB, yaitu USMI (Undangan Seleksi Masuk IPB). Dengan giatnya, hampir setiap hari saya keluar masuk ruang Bimbingan Konseling di sekolah bersama dengan Rizky, menanyakan kabar surat USMI sudah datang atau belum. Dan ketika formulir USMI sudah datang, saya langsung dikasih formulir tersebut. Saya bawa pulanglah formulir tersebut untuk berkonsultasi dengan orang tua, beruntungnya saya dapat 'melobi' kedua orang tua saya, sekaligus mendapatkan restu untuk mendaftar di IPB. Walaupun pada sebelumnya, Ummi saya sempat ragu, karena jalur yang datang hanyalah sebatas Diploma saja. Tetapi, beliau tetap memberikan restu selepas itu.

Kegiatan keluar masuk ruang BK masih berlanjut di hari-hari berikutnya, dengan maksud melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan untuk USMI. Hingga akhirnya, tiga hari sebelum batas pengiriman terakhir tiba berkas-berkas tersebut sudah dikirim.

Selama kurang lebih dua bulan menunggu kabar hasil dari USMI, tiba saatnya ketika surat pemberitahuan hasil USMI sampai di sekolah, saya langsung menanyakan kepada Bu Dian selaku guru BK di sekolah, siapa saja yang lolos USMI meski pun hanya melalui Whatsapp.
Pada awalnya saya dibuat down, tetapi akhirnya...
Saya lolos USMI IPB. Alhamdulillah Ya Allah.
Hari-hari selanjutnya saya habiskan di tempat les sambil menunggu surat panggilan serta formulir-formulir lainnya datang ke rumah. Hari Sabtu siang Ramdani mengabari saya kalau surat dari IPB sudah datang ke rumahnya, dari tempat les saya langsung bergegas pulang ke rumah. Beberapa menit kemudian tukang pos berhenti di depan rumah saya, saya pun langsung menghampirinya sembari menerima suratnya yang dibungkus dengan amplop cokelat. Setelah tanda tangan terima surat tersebut, tukang posnya bertanya ke saya, "kamu sendiri yang nerima?"
"Hehe, iya, Pak. Makasih, ya, Pak."

Saya membuka amplop cokelat tersebut dan melihat berkas-berkas apa saja yang dibutuhkan untuk registrasi, sekaligus melihat jadwal giliran saya registrasi di sana. Saya mendapatkan giliran registrasi pada hari Kamis, 25 Juni 2015. Tepat dengan hari terakhir registrasi.

Hari Kamis tanggal 25 Juni 2015 pun tiba, sekitar pukul enam pagi saya bergegas menuju kampus IPB Diploma yang berada di Cilibende. Selama kurang lebih satu jam setengah di perjalanan sambil tidur melek, saya dan Ayah saya tiba di kampus IPB Diploma. Suasana di sana sudah cukup ramai padahal jam baru menunjukan pukul 07:30. Saya dan Ayah saya berpisah ketika beliau bertemu dengan temannya. Dengan berat hati saya berjalan sendirian menuju tempat registrasi di gedung CB dan langsung mengambil nomor registrasi. Ketika ingin duduk seorang kakak panitia menghampiri saya, beliau menyuruh saya untuk berdiri di belakang atm. Selagi menunggu kakak yang tadi kembali, saya memperhatikan mahasiswa baru yang sedang diperiksa kerapiannya. Setelah dia selesai, kakak kelas yang memeriksa kerapiannya berganti memeriksa kerapian saya. Beliau menyisir rambut saya ke depan lalu, "rambutnya harus di atas alis dan tidak menyentuh telinga. Mau saya yang potong atau ke tukang cukur?"
"Ke tukang cukur aja, Kak."

Saya diantar oleh kakak panitia yang lain untuk menuju tempat cukur yang berada di dekat ruang Bemco. Selama kurang lebih setengah jam saya di sana menunggu giliran potong rambut hingga usai dipotong rambutnya. Dan barulah saya kembali ke tempat registrasi sambil menunggu giliran registrasi saya berkenalan dengan beberapa mahasiswa baru di sana. Ketika nomor registrasi 744 dipanggil, saya langsung masuk ke dalam gedung CB. Mengambil sebuah map berlogo IPB, lengkap dengan nama, jurusan, dan kelas saya, lalu dilanjutkan dengan mengisi formulir kuning. Menyiapkan berkas-berkas untuk diperiksa di ruang pemeriksaan berkas-berkas, kemudian dilanjutkan dengan pengecapan kartu tanda mahasiswa sementara dan diakhiri dengan pembagian almet sekaligus foto untuk KTM.

Saya naik ke lantai tiga untuk mendengarkan pengarahan dari pihak IPB mengenai tata tertib dan peraturan selama berkuliah di IPB, tiba akhirnya dipenghujung acara hari itu yang ditutup oleh kegiatan safari kampus yang dipandu oleh kakak-kakak dari PJPK. Yaitu melihat-lihat seluruh kampus dan dilanjutkan dengan melihat bazar UKM yang ada di IPB Diploma.

Yang perlu digaris bawahi adalah bukan hanya jalur USMI agar dapat masuk IPB, tetapi masih banyak lagi jalur lain di antaranya adalah:
*catatan: di bawah ini adalah jalur masuk PTN yang datang ke sekolah saya dan saya ikuti.

1. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
Ini adalah jalur resmi dari pemerintah, diikuti oleh seluruh PTN di Indonesia yang sudah terdaftar dan mendapatkan akreditas baik. Sistematis pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Dilakukan sebelum Ujian Nasional dan hasil pengumumannya baru dapat dilihat setelah Ujian Nasional.
2. Pihak sekolah mendaftarkan siswa/i mereka, sekaligus memasukan nilai rapot mereka dari semester 1 hingga semester 6.
3. Selanjutnya, siswa hanya perlu memverifikasi nilai rapot mereka, jikalau terdapat kesalahan nilai yang dinput ke web SNMPTN tidak sesuai dengan yang di rapot segeralah untuk melapor ke pihak sekolah yang mengurusi SNMPTN. Karena kesalahan nilai dalam SNMPTN akan berdampak buruk di kemudian hari, jika kalian diterima SNMPTN lalu saat kalian melakukan registrasi ulang di sana dan panitia penerimaan mahasiswa baru di universitas yang kalian pilih menemukan kesalahan itu status calon mahasiswa baru kalian di universitas tersebut akan dicabut oleh pihak kampus.
4. Setelah berhasil memverifikasi nilai kalian akan dibawa ke halaman pengisian biodata serta pemilihan universitas dan jurusan yang ingin kalian ambil. Barulah masuk ke tahap finalisasi untuk  mencetak kartu SNMPTN dan diproses selanjutnya oleh panitia SNMPTN.

Alhamdulillah, di sekolah saya seluruh siswa/i kelas 12 didaftarkan untuk mengikuti SNMPTN dan dari hasil pengumuman didapatkan lima siswa/i yang lolos SNMPTN, tiga orang di antaranya dari jurusan IPA dan dua orang lainnya dari jurusan IPS. Sayangnya saya tidak lolos pada jalur ini.

2. Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI)
Ini adalah jalur undangan (menggunakan nilai rapot) yang dilaksanakan oleh pihak Diploma IPB. Pada hakikatnya seluruh sekolah bisa mendaftarkan siswa/i-nya untuk masuk Diploma IPB dengan syarat sekolah tersebut sudah terdaftar dalam penerimaan surat dari Diploma IPB yang menginformasikan pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru melalui USMI.

Sistematis pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Mengisi formulir dan melengkapi berkas-berkas seperti rapot semester 1 sampai 5 yang sudah dilegalisasi oleh Kepala Sekolah.
2. Membayar uang pendaftaran. (Uang pendaftaran USMI tahun ajaran 2015/2016 sebesar Rp 200.000,- dan dikumpulkan secara kolektif)
3. Menunggu hasil pengumumannya setelah dilaksanakannya Ujian Nasional.
4. Melakukan pendaftaran ulang di kampus IPB Diploma Cilibende.

Alhamdulillah, karena dari tahun sebelumnya ada kakak kelas yang diterima di sana dan dapat membuka peluang lebih pada angkatan berikutnya, akhirnya di angkatan saya terdapat 6 orang yang lolos USMI.

3. Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK PN)
Ini adalah jalur undangan (menggunakan nilai rapot) yang dilaksanakan oleh pihak Politeknik Negeri se-Indonesia secara gratis dan tidak dipungkut biaya.

Sistematis pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Pihak sekolah mendaftarkan siswa/i mereka ke pangkalan data agar mendapatkan username serta password untuk memasukan nilai rapot serta melengkapi data diri oleh siswa/i.
2. Siswa/i memasukan nilai rapot serta melengkapi data diri.
3. Memfinalisasi data serta mencetak kartu PMDK PN.
4. Mengirimkan berkas-berkas yang diperlukan seperti rapot, piagam pendukung, serta berkas-berkas yang dibutuhkan sesuai dengan jurusan yang dipilih. (Karena waktu itu saya memilih Teknik Multimedia dan Jaringan, jadi saya diwajibkan melampirkan surat keterangan tidak buta warna dari dokter)
5. Menunggu pengumuman hasil PMDK PN, selama kurang lebih satu bulan.
6. Melakukan registrasi ulang di Politeknik Negeri yang dituju, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh Politeknik Negeri tersebut.

Alhamdulillah, dari sekolah saya terdapat dua orang yang lolos jalur ini, yang satu di Politeknik Negeri Jakarta dan yang satu lagi di Politeknik Negeri Indramayu. Sayangnya, saya tidak lolos pada jalur ini.

4. Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN)
Ini adalah jalur undangan (menggunakan nilai rapot) yang saya ikuti terakhir di sekolah. SPAN PTKIN dilaksanakan oleh seluruh UIN/IAIN/STAIN yang ada di Indonesia dan dibawah naungan Kemenag RI. Sama halnya seperti SNMPTN, PMKD PN, SPAN PTKIN tidak memungut biaya apa pun selama proses penyeleksian mahasiswa baru. Jadi sangat disayangkan kalau tidak diikuti jalur undangan yang satu ini.

Sistematis pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Pihak sekolah mendaftarkan siswa/i mereka ke pangkalan data agar mendapatkan ID pendaftaran, password, dan memasukan nilai rapot.
2. Siswa/i yang terdaftar harus meverifikasi nilai rapot yang sudah dimasukan oleh pihak sekolah ke pangkalan data, barulah siswa diarahkan ke halaman berikutnya untuk melengkapi data diri serta memilih UIN/IAIN/STAIN dan jurusan yang diinginkan.
3. Memfinalisasi seluruh data jika tidak ada kesalahan pada data lagi, serta mencetak kartu SPAN PTKIN.
4. Menunggu hasil pengumuman SPAN PTKIN, selama kurang lebih satu bulan.
5. Melakukan registrasi ulang di UIN/IAIN/STAIN yang dituju, sesuai dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh UIN/IAIN/STAIN tersebut.

Alhamdulillah, pada jalur ini saya lolos di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten pada jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, serta satu orang lagi yang lolos di STAIN Lampung pada jurusan Bahasa Inggris.
Pengumuman hasil SPAN PTKIN
Tetapi sayangnya, karena jadwal pendaftaran ulang di IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bersamaan dengan jadwal pendaftaran ulang di Institut Pertanian Bogor. Akhirnya, saya harus memutuskan salah satu di antara itu. Saya pilihlah Institut Pertanian Bogor.

5. Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN)
Ini adalah jalur terakhir yang saya tempuh untuk dapat masuk ke PTN. Kali ini tidak lagi menggunakan nilai rapot, melainkan siswa/i yang baru lulus dari sekolah menengah atas harus mengikuti Ujian Tulis dan Ujian Talenta (khusus yang memilih olahraga, seni budaya, dsb).

Sistematis pelaksanaannya sebagai berikut:
1. Dilaksanakan setelah Ujian Nasional dan SNMPTN usai.
2. Siswa/i yang baru lulus SMA/SMK/yang sederajat pada tahun itu dapat mengikuti SBMPTN dengan cara daftar online pada website resmi SBMPTN menggunakan KAP yang diperoleh pada kartu SNMPTN.
3. Setelah itu melakukan pembayaran agar bisa memilih universitas dan jurusan yang diinginkan, serta lokasi ujian yang diinginkan.
4. Mengikuti ujian tulis SBMPTN sesuai dengan peraturan yang berlaku di website resmi SBMPTN.
5. Menunggu hasil pengumuman SBMPTN, selama kurang lebih satu bulan.
*catatan: untuk yang sudah lolos SNMPTN, tetapi ingin mengikuti SBMPTN secara otomatis status calon mahasiswa baru yang diperoleh di jalur SNMPTN akan hangus.

Sayangnya, saya tidak lolos pada jalur SBMPTN ini.

Sebenarnya masih banyak lagi jalur yang dilaksanakan oleh masing-masing PTN sebelum UN (PMDK-menggunakan nilai rapot) atau pun yang sesudah UN (ujian tulis-jalur mandiri), sekolah tinggi ikatan dinas seperti STAN, STIP, dan yang lainnya pun juga membuka pendaftarannya melalui tes-tes. Coba mulai cari-cari informasi PTN yang ingin kalian tuju dari awal semester 5 kelas 12 sampai semester 6 kelas 12 akhir.

Berikut ini beberapa tips agar tembus ke PTN:
1. Ikutilah semua jalur masuk PTN yang datang ke sekolah kalian (utamakan kalian babat habis semua jalur yang menggunakan nilai rapot serta piagam yang kalian punya). Masalah PTN dan tidak ada jurusan yang kalian minati coba singkirkan mindset itu sejenak dan ubahlah dengan mindset berikut ini: yang penting punya pegangan satu atau dua PTN, lebih baik lagi kalian lolos di semua jalur undangan yang menggunakan nilai rapot tersebut. Karena kita tidak tahu kapan Allah akan memberikan rezeki-Nya kepada kita, entah itu di awal atau di akhir perjuangan. Setidaknya kalau kalian tidak lolos pada jalur ujian tes tulis, kalian bisa langsung mengikuti pendaftaran ulang di PTN-PTN yang sudah kalian raih melalui jalur undangan.
2. Pintar-pintarlah berbicara dan 'melobi' orang tua agar kalian mendapatkan restunya. Beberapa orang tua mungkin menganggap kalau kuliah Diploma itu 'tanggung', karena kalau ingin melanjutkan ke jenjang Sarjana harus menempuh 1,5 atau 2 tahun lagi. Tetapi kalau dilihat dari prospek kerja, diploma lulus lebih cepat dari sarjana dan memiliki pengalaman di lapangan lebih banyak daripada sarjana. Masalah waktu melanjutkan ke jenjang sarjana adalah urusan per individu bagaimana kalian menyikapinya masa-masa kuliah itu, giat atau malas-malasan. Karena hasilnya akan terlihat setelahnya.
3. Khusus jalur SNMPTN: 1. Pilihlah universitas yang sudah disinggahi lebih dulu oleh alumni/kakak kelas dari sekolah kalian tersebut. Karena sebenarnya kakak kelas kalian yang masuk ke universitas tersebut sudah membuka peluang bagi adik-adik kelasnya yang ingin melanjutkan kuliah. 2. Pilihlah jurusan yang kalian minati, kalau tidak ada lihatlah nilai rapot kalian di mata pelajaran apa kelebihan kalian dan pilihlah itu sebagai jurusan kuliah kalian. Jangan lupa juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang tua, bagaimana baiknya untuk masa depan kalian. 3. Kalau sudah lolos SNMPTN jangan dibuang begitu saja, karena akan berdampak ke sekolah kalian. Bagaimana pun kalian wajib mengambil SNMPTN kalau lolos, karena SNMPTN adalah kepercayaan PTN-PTN kepada sekolah-sekolah. Kalau kalian tidak ambil SNMPTN otomatis kalian merusak pintu peluang adik kelas kalian berikutnya yang ingin berkuliah karena sekolah kalian kena blacklist.
4. Khusus jalur USMI, PMDK PN, SPAN PTKIN: 1. Berkonsultasilah dengan orang tua dan guru BK di sekolah. 2. Pilih jurusan berdasarkan minat dan bakat kalian, kalau tidak ada lihatlah nilai rapot kalian di mata pelajaran apa kelebihan kalian dan pilihlah itu sebagai jurusan kuliah kalian. 3. Kalau sudah lolos pada salah satu jalur tersebut janganlah bermalas-malasan untuk mengumpulkan berkas-berkasnya. Karena jalur-jalur lainnya pun akan seperti itu.
5. Jangan gampang terpengaruh dengan teman dalam artian kalian harus memiliki pendirian pada diri kalian sendiri dalam memilih PTN dan jurusan, karena masa depan kalian yang menentukan adalah kalian sendiri dan bukanlah teman kalian. Bisa saja teman kalian bermaksud baik dengan mengajak kalian masuk ke PTN dan memilih jurusan yang sama, namun ada juga teman kalian yang tidak suka kalian masuk ke PTN dan memilih jurusan yang sama. Optimis dan realistis kalau itu rezeki dia, Allah akan turunkan rezeki-Nya kepada dia, kalau itu rezeki kalian Allah akan turunkan rezeki-Nya untuk kalian. Karena semuanya sudah diatur sedemikian indah dan tidak ada rezeki yang tertukar satu dengan yang lain.
6. Fokus, Fokus, dan Fokus mulai kelas 12 semester 5 sampai lulus Ujian Nasional nanti kalau bisa seterusnya, selama kalian masih dikasih kesempatan untuk belajar jangan dahulukan untuk yang namanya 'berpacaran'. Karena itu akan merusak konsentrasi dan fokus kalian akan masa depan kalian sendiri. Karena pacar kalian juga belum tentu yang jadi penentu dan penyelamat masa depan kalian, wong dia saja sudah ribet sendiri dengan masa depannya. Kalau saat ini kalian punya pacar, lebih baik putuskan saja hubungan kalian dengan dia. Karena pengalaman saya, saat mendekati kenaikan kelas 12 SMA saya diputuskan oleh pacar saya, karena ingin sama-sama fokus dengan masa depan sendiri-sendiri. Dan Alhamdulillah, saya dan dia dipertemukan lagi oleh Allah SWT., dalam satu kampus meskipun berbeda jurusan. Indah bukan akhir dari sebuah pengorbanan cinta yang seperti itu? Dan juga, kalau kalian putus dengan pacar kalian, kalian memiliki banyak waktu yang bermanfaat di antaranya: 1. Mendekatkan diri kepada Allah SWT., 2. Berkonsultasi tentang kuliah dengan orang tua mau pun guru BK di sekolah. 3. Belajar untuk Ujian Nasional, mau pun ujian tes tulis SBMPTN dan reguler lainnya.
Mungkin itu saja informasi yang bisa saya berikan, mohon maaf kalau ada salah-salah kata. Semoga bermanfaat, saya tunggu kalian di kampus IPB Diploma. Semoga ada yang masuk, ya, baik melalui jalur USMI mau pun Reguler.

*catatan: kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan komentar saja di artikel ini, ya. Terima kasih

Masih Banyak Jalan Menuju Roma

Pada